Acara-Acara di Hari Raya

Menjelang hari raya keagamaan anda, pastilah ada rangkaian ibadah atau kegiatan tertentu yang bersifat spesial; sesuatu yang tidak anda dan keluarga lakukan pada hari-hari biasa lainnya. Cobalah untuk menceritakannya dan jangan takut kalau anda mengira cerita anda akan membosankan. Ya, mungkin secara garis besar puasa anda sama dengan 90% orang Indonesia lainnya, tapi hal-hal yang disukai pembaca biasanya justru ada pada detailnya:

  • Apakah anda atau keluarga anda punya kebiasaan dan tradisi tertentu dalam berpuasa, sahur, atau berbuka? Mungkin ada sajian khusus yang anda suka, atau justru anda merana karena jauh dari rumah dan harus bersahur dengan mi instan?
  • Tarawih: Anda termasuk pelanggan tetap, angin-anginan, atau absen 100 persen? Mungkin ada pengalaman menarik yang bisa anda ceritakan dari tarawih ini. Dapat ceramah yang bagus? Bisa berkenalan dengan calon gebetan? Atau malah terpaksa pulang nyeker karena sendal anda ‘hilang’?
  • Lebaran! Kalau anda mudik, perjalanan selama mudik atau keadaan kampung keluarga anda selama lebaran bisa jadi cerita yang mengesankan. Lalu apa saja aktivitas yang anda dan keluarga lakukan di hari raya ini? Kalau anda tidak mudik, anda bisa pula menceritakan suasana berlebaran di kota besar. Cobalah berkeliling kota pada hari itu dan ceritakan kisah perjalanan anda.

Sekali lagi aspek pemeriah blog yang tak pernah lekang: Foto! Entah itu makanan sahur anda, suasana sholat Ied, atau kemacetan di jalur pantura, pajang semuanya di blog anda dengan disertai komentar-komentar singkat.

Kalau anda bukan termasuk penganut agama mayoritas, cerita anda bisa menjadi insight tersendiri bagi pembaca blog anda yang (kemungkinannya lebih besar untuk) berbeda agama. Bagaimana anda berpuasa di agama Kristen? Bagaimana persiapan dan ibadah anda menjelang Paskah atau Natal? Apa yang sebenarnya dilakukan seorang Hindu seharian saat Nyepi? Bagaimana pengalaman Bar Mitzvah anda dulu?

Apa? Anda ateis? Agnostik? Ya, ceritakan saja bagaimana anda melewatkan hari raya itu secara sekuler, atau bagaimana anda menghindari pertanyaan dari orangtua, saudara, kenalan, atau rekan sekerja anda mengenai pilihan spiritual anda itu.

[Comot satu ide lagi secara acak...]

There are no comments on this post.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: