Mengakali Panjang Tulisan dengan Manajemen Paragraf

Bagaimana kalau anda memang harus menulis sesuatu yang jauh lebih panjang dari tulisan-tulisan blog pada umumnya? Dan anda tidak ingin memangkas-mangkas apapun lagi karena anda kira semuanya penting? Tentu akan sangat disayangkan kalau para pembaca hanya akan membaca sepintas lalu atau melewatkan poin-poin penting karena mereka merasa terlalu lelah kalau harus membaca semuanya secara detail kata-per-kata.

Satu cara untuk menghindari hal ini adalah dengan membuat paragraf yang lebih pendek. Sebuah paragraf yang terdiri 10 atau 12 baris kalimat adalah jaminan sakit mata bagi yang membacanya. Coba bayangkan kalau anda harus membaca sebuah tulisan yang terdiri dari enam paragraf semacam itu. Entah anda hanya akan membaca paragraf awal, paragraf akhir, kalimat pertama dari setiap paragraf, atau langsung menekan tombol ‘backspace’.

Adalah lebih baik untuk memecahnya lebih lanjut, sehingga tiap paragraf hanya terdiri dari 5 atau 6 baris kalimat. Memang ini terkadang tidak pas dengan teori paragraf yang selama in kita pelajari di sekolah; Tulisan andapun juga jadi terasa lebih panjang karena jumlah paragrafnya juga jadi lebih banyak. Di sisi lain, pembaca blog anda sebenarnya telah digiring untuk ‘beristirahat’ lebih banyak di sela-sela spasi antar paragraf supaya mata mereka tidak cepat ‘ngos-ngosan’.

[Comot satu ide lagi secara acak…]

There are no comments on this post.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: