Hakikat Menulis yang Sejati

Ada seorang penulis religius meminta kata-kata bijaksana dari Sang Guru.

Kata Sang Guru,

“Beberapa orang menulis untuk mencari nafkah, yang lain untuk menyebarkan pandangan atau membangkitkan pertanyaan-pertanyaan yang akan menggelitik para pembaca; yang lain lagi untuk memahami jiwa mereka sendiri.”

“Tidak satu pun dari antara mereka akan langeng. Yang langgeng adalah mereka yang menulis hanya karena jika mereka tidak melakukannya mereka seakan-akan meledak.”

Kemudian ia menambahkan, “Penulis-penulis ini mengungkapkan Yang Ilahi, entah apa pun yang mereka tulis.”

-Diambil dari kumpulan cerita “Berbasa-Basi Sejenak 1”, Anthony de Mello

[Comot satu ide lagi secara acak…]

Satu Tanggapan

  1. Kajian Umum Dan Bedah Buku PANDUAN LENGKAP NIKAH, Pemb. Ust. Abu Zubair Al-Hawary AHAD 25 JANUARI ’09 Jam 08.00 WIB-Selesai, MASJID RAYA KARANGANYAR SOLO JATENG

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: